BORNEONEWS, Sampit - Saksi kasus kekerasan dalam rumah tangga dan penemuan mayat Stefanus Bilim, diperiksa jajaran Polres Kotim. Dari keterangan saksi disebutkan, korban pertama ditemukan tidak bernyawa di hari pertama bekerja.
Namun hari itu, Stefanus dan sang istri tidak bekerja setelah terjadi keributan. Stefanus membacok istrinya berinisial OM alias MT di bagian leher.
"Mereka (Stefanus dan istri) itu karyawan baru. Saat kejadian itu hari pertama kerja. Belum sempat bekerja, sudah ada kejadian itu," kata saksi Yusuf yang juga diiyakan Yohanes dan Aris Bili Dafa, Senin (25/6/2018).
Mereka merupakan tiga dari belasan saksi yang diperiksa penyidik Polres Kotim. Sementara jasad Stafenus usai diotopsi sudah dikembalikan ke kampung halamannya.
Sementara istrinya masih menjalani perawatan. Dalam peristiwa ini, Stefanus meninggalkan beberapa orang anaknya termasuk salah satunya yang masih balita.
--page
Stefanus Balim ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa Kamis ( 21/6/2018) sekitar pukul 10.00 wib di Sungai G 10 Penyahuan Estate PT . AWL, Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotim. Sebelum itu, Stefanus disebutkan membacok istrinya.
Sementara penyebab tewasnya Stefanus masih simpang siur. Bunuh diri atau hal lainnya. Sementara polisi, menyatakan korban bukan bunuh diri. Tetapi belum ada penjelasan lebih lanjut. (NACO/B-11)








