BORNEONEWS, Sampit - Stefanus Balim ditemukan ditemukan tewas di dasar sungai G 10 Penyahuan Estate PT Agro Wana Lestari (AWL), Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotim, dengan luka gorok di bagian leher. Sebelum itu, pria tersebut ternyata sempat alami depresi.
Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi mewakili Kapolres AKBP Mohammad Rommel mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, pria dengan enam orang anak itu depresi setelah dilanda kesulitan ekonomi.
Terlebih, korban baru saja dipecat dari sebuah PBS perkebunan kelapa sawit di sekitar wilayah itu juga.
"Menurut keterangan keluarga nya, sebelum bekerja di PT AWL, korban sempat bekerja di PT BSM. Namun dia dipecat dan mengalami depresi," kata Wiwin, Senin (25/6/2018).
Sebelum terjadinya peristiwa penganiayaan yang dilakukan korban terhadap istri dan saudaranya, Stefanus beberapa kali sempat terlihat seperti orang linglung.
--page
Bahkan sering mengamuk tanpa sebab. Belum genap satu minggu bekerja di PT AWL, pria berumur 39 tahun itu ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan.
"Kasus ini sedang ditangani dan menjadi atensi Satreskrim Polres Kotim. Dan kami akan terus berupaya mengungkapnya," tegas Wiwin. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








