BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayu Indriyati melalui gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) ingin memfokuskan untuk mengantisipasi penyakit kurang gizi yang menimpa anak.
Yayu menjelaskan saat ini masih ada anak yang menderita kurang gizi di kabupaten.
"Gizi buruk pada anak ini sangat memprihatinkan. Untuk penderitanya di Kota Palangka Raya mungkin tidak ada, namun di kabupaten masih ditemukan anak yang menderita gizi buruk," ujar Yayu, Selasa (26/6/2018).
"Untuk itu melalui rakor Germas rencana kerja 2018 ini kita harapkan nantinya tidak ada lagi anak dengan penderita gizi buruk baik di kota maupun kabupaten," tambahnya.
Dia menjelaskan, penyakit gizi buruk yang menimpa anak disebabkan oleh multi faktor.
--page
Salah satunya karena ada penyakit lain dan lambat pengobatan dapat memungkinkan anak menderita gizi buruk.
Selai fokus pada anak penderita gizi buruk, Yayu juga ingin memfokuskan Germas 2018 pada pencegahan anak penderita stunting atau bertubuh pendek.
Selain menyebabkan bertubuh pendek, penyakit stunting juga bisa mengakibatkan berkurangnya kecerdasan pada anak hingga 20 persen. (GAZALI/B-6)








