BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) akan membantu lahan petani swadaya seluas 1.000 hektare untuk memiliki sertifikat RSPO pada 2018 ini.
Target ini disampaikan Chief Operation Officer SSMS Nasarudin Bin Nasir dalam acara penyerahan bantuan pembangunan gedung pupuk petani di Desa Sungai Rangit Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (26/6/2018).
Saat ini petani di Desa Sungai Rangit Jaya yang telah siap mengikuti program sertifikasi RSPO sejumlah 45 orang dengan luas lahan kurang lebih 110 hektare.
Nasir menjelaskan, kegiatan ini sudah dimulai Juni-Agustus 2018 dengan penguatan organisasi dan penerapan praktik cara berkebun sawit yang baik.
Dia mengharapkan pada September 2018 nanti sudah bisa dilakukan audit RSPO, sehingga jika memungkinkan sekaligus untuk sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).
--page
Untuk itu di depan petani di Desa Sungai Rangit Jaya dan Kasi Perkebunan Dinas Perkebunan Kobar, Nasarudin berharap akan lebih banyak lagi petani lainnya untuk bergabung dalam program sertifikasi RSPO.
"Kami siap memberikan dukungan dan pendampingan berupa sarana dan prasarana produksi seperti pupuk dan peralatan panen untuk menuju praktik berkebun berkelanjutan," jelasnya.
Pada kesempatan ini juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gudang pupuk.. (MASROHAN/B-6)








