BORNEONEWS, Palangka Raya – Tingkat partisipasi pemilih menjadi hal yang mengkhawatirkan. Jika tolok ukur partipasi tidak lebih dari 70 persen artinya publik masih belum menganggap pesta demokrasi lima tahunan sebagai pesta sebenarnya.
Contohnya di TPS 94 Palangka Raya. Dari jumlah pemiih dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 285 orang, hanya 161 orang yang menggunakan hak pilih. Sebanyak 124 pemilih tidak mencoblos alias golput.
Dari 161 pemilih yang datang ke TPS tersebut, ada suara rusak/tidak sah sebanyak 7 suara, dan 154 suara sah.
“Jadi tingkat partisipasinya ternyata tidak terlalu tinggi. Padahal tadi pagi optimistis banyak yang datang warga lingkungan kami,” kata Ketua KPPS di TPS 94, Joko Santoso yang juga Ketua RT 05, Jalan Piranha ujung.
Terkait perolehan tiap paslon di TPS ini, joko menuturkan, paslon urut 1 meraih 10 suara, urut 2 sebanyak 16 suara, paslon urut 3 sebanyak 68 suara, dan paslon urut 4 sebanyak 60 suara.
--page
Sebagai tolok ukur, angka partisipasi pada Pilkada Palangka Raya 2013 atau lima tahun lalu sebesar 76 persen. Lalu pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng pada 2015 hanya 55 persen lebih, sedangkan partisipasi Pileg dan Pilpres 2014 mencapai 76 persen. (ROZIQIN/B-11)








