BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) mewaspadai kemungkinan para eks pekerja seks komersial (PSK) kembali dan beroperasi di eks lokalisasi yang sudah ditutup.
Meskipun, para eks PSK dari tiga lokalisasi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah dipulangkan ke daerah asal sekitar Mei 2018 lalu.
"Kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, para PSK ada yang kembali lagi saat arus balik lebaran dari kampung halamannya," ujar Bupati Kobar Nurhidayah, Kamis (28/6/2018).
Mencegah munculnya para PSK kembali beroperasi dengan modus lain, seperti warung kopi remang remang, pasca penutupan lokalisasi tersebut pihak Satpol PP Kobar terus melakukan patroli dan pemantauan di tiga eks lokalisasi tersebut dan beberapa tempat yang dianggap rawan.
Karena, lanjut Bupati, berdasarkan hasil patroli yang dilakukan oleh Satpol PP Kobar sekitar pertengahan Juni ini, menemukan dan menindak para PSK yang kedapatan mulai beroperasi di eks lokalisasi Kalimati Lama.
--page
"Selain patroli yang dilakukan oleh Satpol PP yang bekerjasama dengan Dinsos Kobar dibantu Polri serta TNI, kami juga mengharapkan bantuan masyarakat sekitar daerah yang dianggap rawan untuk melaporkan pada Satpol PP Kobar bila mengetahui adanya indikasi aktivitas PSK di lingkungannya," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/B-2)








