MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan di Kabupaten Barito Utara rendah.

Komisioner KPU Barito Utara Rututman menyebut, itu terjadi kemungkinan karena kejenuhan masyarakat. “Kalau saya melihat, ini merupakan kejenuhan, karena keseringan Pemilu. Bayangkan, dalam lima tahun  ini ada empat kali pemilihan yakni Presiden, Legislatif /DPRD, Gubernur dan Bupati. Ini yang mungkin menjadi salah satu faktor kurangnya partisipasi masyarakat,” terang Rututman didampingi komisioner lainnya, Latifah Tri Rahayu, Kamis (28/6/2018).

Rututman menjelaskan, pihaknya berupaya dengan berbagai macam cara untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat. “Partisipasi pemilih presiden biasanya lebih sedikit dari legislatif, gubernur juga akan lebih sedikit dari bupati,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Barito Utara, Latifah Tri Rahayu menambahkan, pihaknya telah maksimal melakukan sosialiasi dan imbauan kepada masyarakat baik dengan cara forum temu warga, sosialisasi pada tingkat SMA untuk pemilih pemula, siaran keliling, penyebaran pamflet, pemasangan spanduk dan lainnya. “Namun, tingkat pastisipasi tergantung dari masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, data yang masuk ke KPU baru mencapai 82% dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 61%.  Ada dua kecamatan yang belum massuk datanya ke KPU Barito Utara yakni Kecamatan Teweh Timur dan Gunung Purei.

“Data TPS yang sudah lengkap hanya Kecamatan Teweh Tengah, untuk yang lain masih ada beberapa TPS yang belum masuk laporannya,” ungkap Latifah.

Pihaknya, lanjut dia, ke depan akan berusaha menyadarkan masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya. Strategi ke depannya, setiap forum temu warga dilakukan pembagian hadiah bagi masyarakat yang bertanya. “Dalam pilkada ini ada beberapa TPS yang menyelenggarakan panggung hiburan,”  pungkasnya. (RAMADHANI/B-2)