PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Stabilitas sistem keuangan terjaga dalam kondisi yang baik. Hal ini merupakan catatan Bank Indonesia (BI) perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng), membandingkan kondisi triwulan I 2018 dengan triwulan IV 2017.

Ada beberapa indikator untuk mengatakan stabilitas keuangan ini. Antara lain dana pihak ketiga (DPK) yang 'dititipkan' di perbankan dimana pada triwulan IV 2017 12,66 persen menjadi 7,84 persen di awal 2018 (yoy).

Kemudian indikator kredit yaitu dana perbankan yang beredar di masyarakat, dari 38,42% menjadi 15,62%. Indikator kondisi ambang kredit macet (NPL) dari 1,12% menjadi 0,94%.

"Stabilitas sistem keuangan terjaga dalam kondisi yang baik," kata Kepala Perwakilan BI Kalteng, Wuryanto, Kamis (28/6/2018) saat Diseminasi Kajian Ekonomi Keuangan (KEK) Regional Kalteng di Ballroom Swissbell Palangka Raya.

Diseminasi KEK ini mengusung tema 'akselerasi pertumbuhan ekonomi Kalteng yang inklusif melalui penguatan Mindset membangun kemandirian ekonomi'.

Kegiatan ini menghadirkan Sosiolog Ekonomi Nasional Dr. Pheni Chalid M.A.D dan Dedy Sumantri, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPB Provinsi Kalteng.

--page

Wuryanto juga menyatakan, tekanan inflasi pada triwulan I 2018 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tekanan inflasi triwulan sebelumnya. Hal ini pun, didorong oleh penurunan komponen administered prices atau harga yang diatur atau ditentukan oleh pemerintah pusat.

Pada triwulan IV 2017 inflasi Kalteng sebesar 3,18% sedangkan triwulan I 2018 hanya 2,31%. (ROZIQIN/B-2)