PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) menilai hingga saat ini mutu pendidikan di Kalteng belum memenuhi standar yang tepat.

"Hingga saat ini pemerintah pusat maupun Provinsi belum mampu memenuhi standar tepat terkait biaya pendidikan," ujar Ketua Komisi C DPRD Kalteng, Syamsul Hadi, Kamis (28/6/2018).

Syamsul menilai, mutu pendidikan sekolah per tahun SMA idealnya berada di angka Rp5 juta. "Itu merupakan biaya yang optimal untuk pendidikan, sedangkan untuk standarnya minimal berada di angka Rp3,5 juta," lanjutnya.

Hingga saat ini, biaya pendidikan hanya mampu ditanggung pemerintah Rp2,4 juta secara keseluruhan anggaran.

Untuk itu, Syamsul menilai, boleh saja ada pungutan atau sumbangan di lingkungan sekolah selama jelas peruntukannya. Selain jelas peruntukanya, juga sumbangan tersebut harus secara sukarela dan tidak ada patokan harga tertentu mengingat tidak semua wali siswa berasal dari orang kaya.

--page

Sekretaris PPP Kalteng itu melanjutkan nantinya hasil dari sumbangan sukarela tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan biaya maksimal mutu pendidikan. (GAZALI/B-2)