BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Alat bantu tangkap dan pengolahan ikan dari Provinsi Kalteng belum dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Kapuas karena dalam memberikan bantuan tersebut tidak melewati Dinas Perikanan kabupaten setempat.
"Karena dalam memberikan bantuan tersebut terlalu besar untuk usaha skala kecil oleh masyarakat. Selain dari alat pengolahan ikan tersebut, biaya operasionalnya lebih besar dari keuntungan yang didapat," alasan Kasubag Umum dan Perencanaan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Samudi, Kamis (28/6/2018).
Alat bantu tangkap dan pengolahan tersebut selain karena biaya operasionalnya terlalu besar, juga tidak sesuai dengan kapasitas wilayah dan kemampuan nelayan.
Karena setiap nelayan memiliki kemampuan yang berbeda-beda, seperti nelayan sungai dan nelayan laut.
"Sehingga dalam memberikan suatu alat bantu tangkap dan pengolahan harus betul-betul diindentifikasi dan turun langsung ke lapangan. Seperti dalam memberikan kapal kepada nelayan di di salah satu kecamatan yang akhirnya tidak bisa digunakan karena terlalu besar. Serta pada akhirnya terbengkalai begitu saja, dan hal itu sungguh membuang uang negara secara sia-sia," ucapnya.
--page
Sehingga kalau ingin memberikan bantuan seperti alat tangkap ikan dan lainnya harus di komunikasikan terlebih dahulu kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas. Agar dapat dibuat perencanaannya serta alat yang diberikan tidak sia-sia. (HARDI/B-5)








