JAKARTA –

BORNEONEWS- Menghitung hari menuju Asian Games 2018, apa saja yang telah dipersiapkan Indonesia dalam menyambut perhelatan besar ini?

Sebagai tuan rumah, tentunya banyak hal yang sudah hampir semua dirampungkan. Tidak hanya itu, Indonesia juga harus menunjukkan performa yang prima dan totalitas dari semua aspek, di antaranya para atlet yang akan bertanding, sarana dan prasarana, hingga aspek pariwisata selama acara pesta olahraga terbesar di Benua Asia itu.

Persiapan yang telah dilakukan pemerintah dalam menyambut pesta olahraga akbar yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 itu sudah mencapai 95%. Hal ini merujuk pada infrastruktur pendukung atau venue yang hampir rampung.

Adapun untuk persiapan di Jakarta tercatat sudah ada 25 venue yang telah terselesaikan dan 8 venue masih dalam proses penyelesaian. Sedangkan di Palembang, 11 venue sudah rampung dan penyelesian untuk 2 venue lainnya masih berlangsung.

Persiapan venue pun dilakukan di Jawa Barat, tercatat ada 10 venue yang turut berbenah dan masih dikerjakan karena keputusan pekerjaannya baru akhir tahun lalu. Di antaranya Stadion Jalak Harupat Bandung, Patriot Bekasi, Pakansari Bogor, Wibawa Mukti Cikarang, Lapangan Sabuga ITB, venue kano di Majalengka, serta paragliding di Pasir Sumbul, Puncak.

--page

Sebetulnya secara keseluruhan persiapan yang dilakukan sudah hampir selesai, tinggal beberapa venue saja yang masih dalam proses pengerjaan, dan ditargetkan rampung seluruhnya pada akhir Juni 2018.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur untuk hunian bagi atlet turut dipersiapkan. Di Kemayoran, dibangun dua blok rumah susun (rusun) yang akan digunakan sebagai wisma atlet, yang terdiri dari tiga tower di Blok C2 dan tujuh tower di Blok D10.

10 tower tersebut dapat menampung hingga 22.278 orang. Bangunan itu juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung agar para atlet merasa lebih nyaman. Progres pembangunan tower rusun ini telah mencapai 94%.

Sedangkan di Palembang, sebanyak dua rusun yang saat ini telah rampung dan akan melengkapi tiga tower yang telah dibangun pada 2015. Masing-masing tower setinggi lima lantai ini terdiri dari 66 unit tipe 36.

Pembangunan ini dibuat untuk keamanan dan kenyaman para atlet yang bertanding maupun ofisial, sebagai bentuk dukungan serta layanan servis terbaik.

--page

Di samping mempersiapkan infrastruktur Asian Games 2018, Kementerian Pariwisata mendorong industri dan asosiasi di bidang pariwisata yaitu menyiapkan paket-paket wisata dalam menyambut Asian Games 2018 yang terdiri dari dua pilihan, yakni paket one day tour dan paket overstay.

Paket wisata one day tour menawarkan seperti melancong ke berbagai destinasi dalam satu hari atau biasa disebut city tour. Sementara itu, paket overstay menawarkan kepada para atlet, ofisial, maupun supporter untuk perjalanan keberbagai destinasi pilihan.

Selain infrastruktur, pemerintah juga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan para atlet, ofisial, dan pendukung yang bertandang ke Indonesia. Dengan menerapkan keamanan bertaraf internasional untuk meyakinkan para atlet dan pemerintah di negara-negara yang mengikuti even supaya tidak terganggu akan aksi teror yang beberapa waktu  lalu terjadi di Kota Depok, Surabaya, dan Riau.

Pihak Kepolisian tentunya tidak mau kecolongan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sehingga mempersiapkan personel yang cukup siap dan tangguh untuk menghadapi segala hambatan. Tidak tanggung-tanggung, personel cadangan yang disiapkan untuk DKI Jakarta saja sekitar 22 ribu orang. Sedangkan di Palembang, personel cadangan sebanyak 3.000 orang.

Prosedur pengamanan juga dilakukan tidak hanya di sekitaran venue, tapi di sekitar sarana lain seperti tranportasi dan IT. Selain itu, untuk penanganan yang bersifat khusus dan VIP akan dilakukan langsung oleh personel TNI.

--page

Dengan pengamanan yang cukup ketat, pihak kepolisian menjamin keamanan untuk semua warga Negara Indonesia dan juga warga negara asing yang nanti ikut perlombaan Asian Games 2018. Sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Dari perhelatan akbar ini, diperkirakan akan memiliki potensi dampak ekonomi langsung bagi negara sebesar Rp45,1 triliun. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangan Nasional) memperkirakan pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 mencapai Rp3,6 triliun dengan rincian pengeluaran di Jakarta untuk konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70% sebesar Rp2,5 triliun rupiah dan Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung 30% sebesar Rp1,1 triliun.

Sementara itu, pengeluaran lain untuk biaya akomodasi mencapai Rp1,3 triliun dan biaya transportasi Rp640 miliar, makanan dan minuman Rp628 miliar, biaya belanja mencapai Rp560 miliar, dan biaya hiburan Rp280 miliar.

Dengan perkiraan total biaya yang sangat besar dikeluarkan negara untuk biaya konstruksi fasilitas pendukung Asian Games 2018 tentu saja harus memberikan manfaat bagi kemajuan negara.

Indonesia berbenah diri untuk lebih mempercantik dan menarik perhatian dunia terutama Asia. Sehingga bisa mendapatkan manfaat dari perhelatan yang akan berlangsung  meriah ini.

--page

Peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat dicapai dengan menggencarkan promosi Asian Games dan wisata yang lebih tepat sasaran, memberikan fasilitas dan kemudahan untuk masuk ke Indonesia bagi turis mancanegara, serta meningkatkan kemudahan akses ke venue untuk penonton lokal, menyiapkan destinasi wisata dan infrastruktur pendukung, serta meningkatkan awareness wisatawan mancanegara tentang destinasi wisata, termasuk wisata kuliner dan budaya. (RO/B-3)

Penulis: Indah Rahmawati Salam, Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)