BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bappeda Kabupaten Kotawaringin Barat (kobar) memberikan dua rekomendasi terkait pembangunan instalasi biogas di pabrik kelapa sawit (PKS) yang sedang dibangun PT Mitra Mendawai Sejati (MMS).
Kepala Subbid Pelaporan pada Bappeda Kobar, Andri Saputra mengatakan adanya dua rekomendasi ini berdasarkan pada acara sosialisasi tentang clean devolopment mechanism (CDM) atau pembangunan yang memiliki konsep bersih terhadap lingkungan yang dilaksanakan beberapa hari lalu di PKS Suayap Desa Umpang, Kecamatan Arut Selatan.
Disampaikan rekomendasi yang pertama bahwa pemanfaatan limbah cair dari PKS Suayap untuk pembangkit listrik tenaga biogas merupakan partisipasi nyata pihak swasta dalam mendukung pencapaian sustainable development goals (SDGs) yang diserukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Sesuai dengan SDGs pada tujuan ke-9 yang menyerukan tentang pembangunan infrastruktur yang kuat dengan mempromosikan industrialisai yang berkelanjutan dan mendorong terjadinya inovasi.
Selain itu sesuai dengan semangat pada tujuan SDGs point 7 yakni adanya kepastian penyediaan akses energi yang bersih dan terjangkau.
--page
Rekomendasi kedua, dengan pembangunan instalasi milik PT MMS yang bernaung di bawah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) ini perlu adanya senergi antara pemerintah, perusahaan dam masyarakat guna mendorong optimalisasi memanfaatan limbah sawit sebagai bahan baku pembangkit listrik bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dijelaskan, instalasi biogas milik PT MMS diperkirakan akan menghasilkan daya listrik 1.300 kwh, sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional PKS Suayap hanya sekitar 1.100 Kwh, sehingga sisanya bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai program coorporate social responsibility (CSR) dari PT SSMS. (MASROHAN/B-6)








