SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jumlah pasien gagal ginjal yang cuci darah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, sejauh ini cukup banyak. Sayang, tidak semua bisa terlayani karena keterbatasan alat medis.

"Memang saat ini cukup banyak pasien gagal ginjal ke rumah sakit. Tetapi kami masih ada keterbatasal alat. Jadi tidak bisa melayani dengan cepat semua pasien yang datang," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Murjani Sampit, Yudha Herlambang, Jumat (29/6/2018). 

Saat ini RSUD hanya memiliki enam mesin cuci darah. Dan dalam sebulan hanya bisa untuk melayani 35 pasien. Selebihnya, cuci daerah ke luar daerah.

"Untuk mesin cuci darah sendiri baru diadakan sejak 2017, karena cukup banyak penderita gagal ginjal di Kotim ini yang harus cuci darah," kata Yudha. 

Dari enam alat tersebut, dalam sehari petugas mengoperasikannya dua kali. Bahkan kalau ada pasien gawat darurat yang membutuhkan cuci darah juga langsung dilakukan di ruang Hemodialisa. 

--page

"Sudah seharusnya ada penambahan. Guna memenuhi kebutuhan pasien yang gagal ginjal hingga harus cuci darah," terang Yudha. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)