SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sistem zonasi pada penerimaan siswa baru yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur masih menuai keluhan orangtua murid. Bahkan dinilai belum tepat dilaksanakan.

Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rimbun, menuturkan ada beberapa alasan belum saatnya menerapkan sistem zonasi. Salah satunya, mutu pendidikan di seluruh sekolah yang belum merata.

"Seperti di pelosok misalnya masih jauh dari perkotaan mutu pendidikannya. Wajar jika ada yang ingin memilih sekolah di kota. Apakah mereka tidak diterima," kata Rimbun mempertanyakan, Sabtu (30/6/2018).

Terlebih seperti SMP maupun SMA di pelosok sebagian besar ada di ibukota kecamatan. Dan ada jarak dari desa ke ibukota kecamatan yang ditempuh berjam-jam. 

Sehingga, sangat beralasan ada sebagian orang tua lebih memilih anaknya sekolah di kota. Apalagi bagi mereka yang punya kerabat.

--page

Di sisi lain, Rimbun mengatakan, sosialisasi untuk hal tersebut kepada orangtua juga minim. Dan sekolah tidak terbuka dengan hasil penerapan zonasi tersebut. 

"Seperti yang asal sekolah atau tinggal di Baamang bisa saja diterima di Ketapang. Ini tentu jadi tanda tanya seperti apa penerapannya," tegasnya.

Bedahal menurut Rimbun seperti di Jawa maupun Jakarta yang sudah bisa dilakukan sistem zonasi tersebut. Sedangkan di Kotim masih belum saatnya. Dari itu dia minta agar dievaluasi.(NACO/B-11)