PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pemanfaatan limbah cair di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Suayap milik PT Mitra Mendawai Sejati (MMS) dinilai sebagai kegiatan industri yang lebih ramah lingkungan. 

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Hermayadi, menuturkan bahwa pengolahan limbah pabrik yang belokasi di Desa Umpang, Kecamatan Arut Selatan, itu sebelumnya menggunakan beberapa kolam untuk instalasi. Namun, setelah pembangunan instalasi biogasnya selesai, cukup dengan satu kolam kecil saja.

"Secara teknis yang mendetail saya kurang paham. Namun yang pasti  tidak akan terjadi penguapan gas dari kolam seperti yang sekarang," tutur Hermayadi saat di temui di kantornya, Kamis (28/6/2018). 

Pemanfaatan limbah cair di PKS Suayap yang merupakan bagian dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), diharapkan menjadi contoh bagi pabrik kelapa sawit lainnya di Kobar.

Setelah mengikuti sosialisasi tentang Clean Devolopment Mechanism (CDM) atau pembangunan yang berwawasan lingkungan bersih, yang diselenggarakan beberapa hari lalu di kantor PT MMS, Hermayadi yakin bahwa PKS Suayap akan menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan berkualitas.

--page

Selain itu, akan terjadi efisiensi bagi perusahaan yang selama ini menggunakan bahan bakar fosil atau diesel untuk pembangkit listrik. Sebab bahan bakar diesel akan diganti dengan gas dari proses limbah cair kelapa sawit.

Di samping itu, limbah akhir juga masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman sawit. Oleh karena itu, perusahaan diminta setiap enam bulan melaporkan kegiatan yang berkaitan dengan rencana  pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan dokumen Amdalnya, yang menyangkut kuitas air, tanah, dan udara. (MASROHAN/B-3)