PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pekerja seks komersial (PSK) yang menghuni lokalisasi prostitusi Simpang Kodok banyak yang pindah ke Simpang Kenawan di perbatasan Kabupaten Lamandau.

Mereka pindah seiring dengan penutupan lokalisasi prostitusi Simpang Kodok pada Mei 2018 lalu oleh Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar).  

Pemindahan para PSK itu diakui oleh seorang mucikari yang dijemput oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kobar pada Sabtu (30/6/2018) kemarin.

Menurut mucikari berusia 65 tahun yang akrab dipanggil Pak Jo ini, seandainya ia memiliki modal untuk membuat kamar ia juga berencana akan pindah ke Simpang Kenawan.

Sebenarnya, ia juga memahami larangan praktik prostitusi di Simpang Kodok, namun tidak ada pilihan lain. "Mau usaha lain tidak punya modal, mau bekerja di kebun sawit sudah tidak kuat," keluhnya.

--page

Untuk itu, Pak Jo dan mucikari lainnya siap membongkar kamar-kamar yang biasa digunakan untuk praktik prostitusi, namun pemerintah juga harus memberikan solusi untuk usaha lain.

"Kalau tempat-tempat itu sudah dibongkar, mereka sudah tidak ada yang datang lagi. Cuma, kami minta solusi untuk cari nafkah," ungkap seorang mucikari yang tidak mau menyebutkan namanya. (MASROHAN/B-2)