BORNEONEWS, Sampit - Piala dunia FIFA merupakan turnamen sepak bola internasional yang digelar empat tahun sekali yang diikuti oleh tim nasional pria asosiasi anggota FIFA.
Pagelaran tersebut merupakan ajang lomba bergengsi. Namun kerap kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk memperoleh suatu keuntungan secara praktis, khususnya di Indonesia.
Sebagian masyarakat mencoba meraup penghasilan dengan cara mempertaruhkan sejumlah uang (judi) dengan memegang tim nasional yang mereka andalkan, baik itu judi secara langsung maupun melalui jejearing internet.
Menyikapi hal itu, aparat kepolisian terus memantau media sosial ataupun website yang ada untuk mengantisipasi ada perjudian.
Saat ditemui diruangannya, Senin (2/7/2018), Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengatakan, kasus perjudian bola sejauh ini belum terlihat. Namun aparat terus memantau semua sektor, baik itu dilokasi nonton bareng ataupun di media sosial dan website.
"Sekarang ini sedang digelar piala dunia. Biasanya banyak orang yang taruhan. Ada yang taruhan secara langsung dengan lawannya dan ada juga yang melalui internet. Makanya kami terus mengawasi internet dan melakukan patroli ke lokasi nobar," ucap Agoes.
--page
Cara itu dinilai dapat menekan angka perjudian. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak ikut serta dalam segala bentuk perjudian. Dan jika mengetahui adanya lokasi perjudian, masyarakat diharapkan segera melapor.
"Sejauh ini, tidak ada ditemukan adanya perjudian. Saya berharap masyarakat tidak ada yang terlibat dalam hal itu. Jika ada yang tau lokasi perjudian, segeralah laporkan ke kami, agar kami bisa cepat menindaklanjuti nya," tutur Kapolsek. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








