PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Proses persiapan ibadah haji untuk Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dirasakan calon jemaah haji sudah lancar. Namun disayangkan buku panduan yang berisi doa yang sudah diterimakan ditarik kembali oleh Kementerian Agama karena terdapat kesalahan penulisan. 

Menurut Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kobar Nurhasan Samin,  buku yang sudah dibagikan pada calon Jemaah haji tersebut telah ditarik dan akan diganti yang baru setelah lakukan revisi oleh  Kementerian Agama RI. 

Usai memberikan  bimbingan praktik manasik haji di Masjid Agung Riyadlus Shalihin, Senin (2/7/2018),  Nurhasan menyampaikan buku panduan yang ditarik kembali tersebut berisi tentang doa-doa yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. 

"Memang sedikit mengganggu proses pembekalan karena mereka belum bisa mendapatkan buku panduan yang sebaiknya dihafalkan sebelum berangkat ke tanah suci. " kata Nurhasan. 

Namun, Kementerian Agama memastikan sebelum mereka diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2 Agustus 2018 nanti buku panduan tersebut sudah sampai kembali ke tangan calon jemaah haji. 

--page

Kegiatan praktik manasik haji akan berlangsung selama tiga hari,  mulai dari praktik tawaf,  sa' i dan lempar jumrah.

"Alhamdulillah semua berjlan lancar,  hanya satu orang yang tidak bisa ikut kegiatan manasik karena sakit," jelas Nurhasan. (MASROHAN/B-5)