BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Proses pemberangkatan calon haji asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada 2 Agustus 2018, namun hingga saat in mereka belum menerima buku panduan berisi doa-doa.
"Semua proses kegiatan persiapan saya anggap lancar dan bagus hanya sayangnya buku panduan tentang doa doa yang berkaitan dengan ibadah haji belum kami terima," ungkap Suroto calon haji asal Kumai seusai mengikuti praktik manasik di Masjid Agung Riyadlus Shalihin, Senin (2/7/2018).
Suroto berharap agar buku panduan yang ditarik kembali oleh Kementerian Agama segera diterima oleh calon haji, karena waktunya tinggal kurang lebih satu bulan.
Beberapa alasan yang diberikan oleh calon haji mengharapkan agar buku panduan segara diterima karena pemahaman membaca dari semua calon jemaah tidak sama.
Nurhasan Samin, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kobar meyakinkan buku tersebut sebelum calon haji berangkat menuju Tanah Suci Makkah sudah segera dibagikan. (MASROHAN/B-6)








