BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada periode 2017, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) meraih penjualan senilai Rp3,24 triliun, naik 19,12% dari tahun sebelumnya yakni Rp2,72 triliun.
Sedangkan untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,61% dari Rp591,66 miliar menjadi Rp787,09 miliar, kata Chief Financial Officer PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Nicholas Justin Whittle, dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/7/2018).
Tahun lalu, katanya, liabilitas perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp5,57 triliun, dari sebelumnya Rp3,71 triliun. Tetapi, liabilitas jangka pendek menurun menjadi Rp1,12 triliun, dari 2016 yang sebesar Rp1,31 triliun.
Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp4,05 triliun dari sebelumnya Rp3,45 triliun. Total aset SSMS naik menuju Rp9,62 triliun pada 2017 dibandingkan Rp7,16 triliun pada 2016.
Sebelumnya, Whittle juga menyebutkan bahwa perseroan akan melakukan ekspansi besar-besaran pada tahun ini agar dapat mencapai kinerja seperti yang diraih tahun sebelumnya.
--page
"Pada Tahun lalu, perusahaan mencatatkan laba Rp790,9 miliar atau melonjak 34% dibanding dengan laba 2016. Kami optimistis permintaan kelapa sawit di pasar global akan terus meningkat dari tahun ke tahun," ucapnya yakin.
Untuk memanfaatkan potensi kenaikan permintaan, menurut Whittle, pihaknya akan terus memperbesar produksi CPO menjadi sekitar 394.517 ton, tumbuh 15% dari tahun lalu yang sekitar 343.059 ton.
"Tahun ini, Sawit Sumbermas akan menambah lahan kebun inti seluas 4.000 ha dan lahan kebun plasma sekitar 2.000 ha. Akhir 2017, luas area kebun inti Sawit Sumbermas yang sudah tertanam sekitar 71.076 ha," papar dia.
Perlu diketahui, lahan kebun yang akan ditanami tersebut bukanlah lahan baru, karena perseroan saat ini sudah memiliki lahan utama seluas 97.335 ha.
"Masih ada 15.237 ha lahan untuk pertumbuhan organik, sedangkan pengembangan lahan memakan anggaran 60% dari total belanja modal atau capital expenditure (capex)," ujarnya.
--page
Whittle menambahkan, periode 2018 hingga 2020, Sawit Sumbermas menganggarkan belanja modal sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
"Perkiraan kami, kebutuhan biaya penambahan lahan sekitar US$5.000 per hektare," tuturnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








