BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Supriadi menilai sistem dalam pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kotim masih belum maksimal.
Bahkan menurut dia sistem yang berjalan saat ini mestinya dilakukan evaluasi karena kurang memaksimalkan dari perkembangan dan teknologi terkini.
Supriadi menilai bahwa sistem yang dilaksanakan Disdukcapil Kotim kurang berinovasi karena saat teknologi seperti saat ini justru tidak bisa dimanfaatkan untuk kemudahan pelayanan kepada masyarakat.
"Seperti kelemahan perekaman E-KTP contohnya. Masyarakat yang dari pedalaman Kotim harus datang ke Kota Sampit, selain jarak yang jauh juga perlu biaya yang tidak sedikit, ini yang harus jadi perhatian," katanya Senin (2/7/2018).
Padah lanjut dia disdukcapil bisa memanfaatkan teknologi saat ini, merekam dan mendata bisa saja di setiap kecamatan dan data itu dikirim ke server induk kabupaten.
--page
"Makanya saya katakan sistemnya yang tidak berinovasi dengan perkembangan teknologi," tukasnya.
Supriadi menyebutkan sistem yang berjalan dengan mendatangi setiap kecamatan itu bukan sistem baru yang efektif dan efisien.
Bahkan itu akan menyebabkan pembengkakan biaya operasional dan berdampak kepada anggaran itu sendiri.
"Saya mengira kemajuan teknologi saat ini bisa mempermudah ternyata tidak. Karena tidak dimanfaatkan tadi," tandasnya.(NACO/m)








