SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Sarjono, menilai kebudayaan lokal mulai menghilang di tengah masyarakat akibat kurangnya perhatian dan pemberdayaan dari pemerintah kabupaten.

"Dari itu kami sepakat saat ini dengan tekad pemerintah kabupaten untuk melestarikan secara massif kearifan dan kebuayaan lokal di Kotim," kata dia, Senin (2/7/2018).

Menurut Sarjono, sudah saatnya pemerintah jadi leading sector. Sebab selama beberapa tahun terakhir yang banyak berperan dalam bidang kebudayaan dan kesenian daerah hanya kalangan akar rumput.

Menurutnya, pemberdayaan bahasa, seni, dan budaya lokal tidak cukup hanya dari kalangan pemerintah secara lisan, tetapi harus melalui sebuah edaran kepala daerah. Yang menuangkan kewajiban instansi pemerintahan hingga sekolah dan swasta di Kotim untuk ikut serta. 

Sebab, jika memang serius semua pihak harus menerapkan bersama mulai dari pakaian, bahasa , hingga keseniannya, termasuk juga diterapkan di sekolah dengan memanfaatkan mata pelajaran muatan lokal.

--page

Sarjono menilai, pendidikan saat ini yang lebih menguatkan kepada pendidikan karakter sejalan dengan masuk mata pelajaran pemberdayaan kebudayaan lokal. Diharapkan dengan itu budaya dan kesenian daerah terus berkembang. (NACO/B-3)