BORNEONEWS, Sampit - Meskipun lebaran sudab berakhir dua pekan yang lalu, namun harga cabai di sejumlah pasar di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap mahal. Bahkan sudah mencapai Rp70 ribu per kilogram.
"Iya saat ini harga lombok sedang naik, apalagi di pasar tradisional bisa mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogramnya," ujar Nurhasanah, seorang penjual makanan di Sampit, Senin (2/7/2018).
Namun harga tersebut bisa dikatakan berbeda-beda di setiap pedagang. Bahkan kalau sudah menjadi langganan bisa lebih murah dibandingkan pembeli lainnya. Hal itu karena para pedagang mengambil atau disuplai oleh para agan berbeda-beda.
"Kalau berlangganan seperti saya yang setiap hari membeli lebih dari 2 kilogram bisa saja dijual pedagang hingga Rp60 ribu, namun kalau hanya sedekit bisa sampai Rp80 ribu," kata Nurhasanah.
Ia tidak mengetahui persis naiknya harga cabai tersebut. Namun dari keterangan pedagang, saat ini cabai sangat sulit didapat. Belum diketahui pasti penyebabnya.
Tetapi dengan adanya kenaiakan harga tersebut cukup memberatkan dirinya. Apalagi makanan yang dijualnya berbahan cabai yang sangat banyak. Karena makanan pedas. (MUHAMMAD HAMIM/m)








