BORNEONEWS, Sampit - Polres Kotim terus berupaya mengungkap kasus kematian Nur Fitri. Beberapa langkah sudah diambil, seperti menggandeng Puslabfor Mabes Polri cabang Surabaya. Selain itu, sejumlah saksi juga dimintai keterangan.
Terkait perkembangannya, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel meminta masyarakat untuk bersabar dan bersinergi dalam penyelesaian kasus yang terjadi pada Oktober 2017 ini.
"Kita akan berupaya mengungkap kasus ini. Mohon doanya," kata AKBP Mohammad Rommel, Senin (2/7/2018).
Atjin, suami korban, sudah dibawa ke Puslabfor Mabes Polri cabang Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan berkasnya pun telah dilayangkan ke saksi ahli.
Kemudian, dari hasil visum ditemukan luka akibat hantaman benda tumpul. Kapolres belum memberikan keterangan resmi jika korban dibunuh.
--page
"Kasus ini telah dilayangkan ke saksi ahli untuk diperiksa kembali. Kami mohon dukungannya agar dapat segera menyelesaikan kasus ini," kata Rommel.
Sejauh ini, polisi masih minim bukti dan saksi. Seluruh karyawan suami korban, baik yang saat itu masih berkerja maupun sudah berhenti juga dimintai keterangan.
Beberapa waktu lalu petugas sempat melakukan pemeriksaan ulang di Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, lokasi pertama kali ditemukannya Nur Fitri tewas.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat pergi bersama suaminya ke tempat hiburan malam. Selain itu, beberapa orang lainnya yang diketahui pergi bersama korban sebelum meninggal juga diperiksa. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








