BORNEONEWS, Tamiang Layang- Sebanyak 11 satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) di Kabupaten Barito Timur masih belum mampu memaksimalkan penadapatan asli daerah (PAD) untuk triwulan II 2018.
"Di Barito Timur ada 12 dinas, hanya satu dinas yang capaiannya sudah lebih dari 50%. Sisanya masih jauh," ungkap Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Barito Timur Franz Sia Utama, Senin (2/7/2018).
Satu SOPD yang mampu meraih PAD di atas 50% yakni untuk enam bulan terakhir ialah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Instansi ini mampu merealisasikan PAD 59,13%.
Sementara itu, SOPD dengan target PAD terbesar yakni Dinas Perhubungan Rp14 miliar (terealisasi Rp70 juta atau 0,50%).
Sedangkan instansi lainnya seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ditargetkan Rp1 miliar, namun hanya terealisasi Rp18 juta atau 1,84%), Dinas Kesehatan ditargetkan Rp3 miliar, terealisasi Rp600 juta atau 16,87%, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ditarget Rp7 miliar, hanya terealisasi Rp33 juta atau 0.46%.
--page
"Untuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sampai saat ini belum mendapatkan PAD sama sekali dari target Rp180 juta," ucap Franz.
"Kita harapkan untuk dinas yang lain agar dapat mencapai target yang diinginkan pemerintah dengan semaksimalkan mungkin. Supaya PAD tercapai untuk membantu perekonomian masyarakat Barito Timur," pungkasnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)








