BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah perwakilan partai politik yang hadir dalam sosialisasi pencalonan anggota DPRD di aula KPU Kotim, Senin (2/7/2018) malam, mempertanyakan biaya pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani.
Pasalnya, ada sejumlah bakal calon legislatif (bacaleg) yang saat pemeriksaan membayar mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Terkait itu, Ketua KPU Kotim, Siti Fathonah Purnaningsih mengatakan memang tidak ada standar harga sesuai ketentuan PKPU. Meski perbedaan harga itu mereka tidak menampik.
"Itu karena, misalnya cek kesehatan jasmani di satu dokter, ada terkait penyakit lain lanjut cek ke dokter berikutnya. Nah di situ adanya penambahan biaya itu," tukasnya.
Hal itu juga ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto, yakni perbedaan harga itu tergantung dengan keinginan pelayanan kesehatan.
--page
"Biaya itu tidak setinggi cek kesehatan kepala daerah. Perbedaan itu karena jika ada yang memilih harga misalnya mengambil kelas ekonomi atau bisnis, nah di situ ada perbedaan," ucapnya.
Sementara untuk pelayanan dia memastikan tidak ada masalah, bahkan tenaga medis dokter pun sudah siap. Apalagi bacaleg yang sudah menjalani pemeriksaan sudah cukup banyak. (NACO/B-11)








