PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mengharapkan melalui pelatihan ahli pers nasional  di Palangka Raya dapat meminimalisir penyebaran hoaks.

"Memasuki era demokrasi, pers ikut mewarnai dan kebebasan yang berjalan sangat pesat seta dinamis ditandai dengan adanya ratusan media masa bermunculan," ujar Asisten III Setda Provinsi Kalteng Ketut Widhie Wirawan saat membacakan sambutan tertulis Sugianto Sabran, Selasa (3/7/2018).

"Namun sebagai konsekwensinya juga ada posisi negatifnya seperti mudahnya berita hoaks tersebar secara mudah," lanjutnya.

Sugianto menyakini, 40 wartawan senior yang mengikuti pelatihan ahli pers bukannya bagian dari penyebar isu hoaks. Bahkan, menurut dia, wartawan memiliki tanggung jawab moral menangkal penyebaran berita tidak bertanggung jawab tersebut.

Ketua PWI Kalteng yang juga adalah penanggungjawab kegiatan tersebut, Sutransyah, mengatakan kegiatan ini sebagai upaya agar wartawan bisa tahu tentang kode etik pers dan undang-undang pers.

Harapannya setelah pelatihan pers selesai, mental wartawan akan terbentuk sebagai wadah pintu informasi yang baik kepada masyarakat. (GAZALI/m)