PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Orangutan yang bangkainya ditemukan di kanal area land clearing, blok Q45, Elang Estate 3, Kebun 5, Afdeling 19, PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Minggu (1/7/2018), diduga mati akibat penganiayaan.

Dugaan itu muncul berdasarkan hasil nekropsi tiga dokter hewan dari Orangutan Foundation International (OFI) di Orangutan Care Centre Quarantine (OCCQ), Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (3/7/2018) pagi.

Field Director OFI Fajar Dewanto menuturkan, nekropsi merupakan prosedur yang biasa digunakan para dokter hewan untuk mengetahui sebab kematian orangutan.

"Dari hasil nekropsi diduga orangutan tersebut tewas akibat tindak kekerasan. Karena jempol tangan kanan orangutan tersebut hilang. Selanjutnya terdapat luka terbuka di jari telunjuk tangan kanan, luka terbuka di pergelangan tangan kiri, luka terbuka di telapak kaki kiri, serta luka terbuka di telunjuk kaki kiri," sebut Fajar.

Selain itu, terdapat bekas ikatan di pergelangan kaki kanan dan luka terbuka di telapak kaki kanan.

--page

"Kemudian ditemukan luka terbuka di punggung tangan kanan, luka terbuka di pinggang dan tubuh bagian kiri, luka terbuka di punggung kiri, luka terbuka di lengan kiri, luka terbuka di betis kiri, luka tusukan di punggung kanan."

Bahkan setelah dilakukan pemindaian melalui mesin X-Ray pada bangkai orangutan tersebut, ditemukan beberapa peluru senapan angin.

"Peluru senapan angin tersebut ditemukan di pinggang kiri sebanyak 2 butir, di jari tengah kaki kiri 1 butir, di kepala 2 butir, di lengan kanan 2 butir. Selain peluru, hasil pemindaian mesin X-Ray tersebut juga menunjukkan adanya bekas patah tulang lengan kanan yang sudah menyambung," sebut Fajar. (KRIDA/B-3)