BORNEONEWS, Palangka Raya – Pada Juli 2018 ini, ada potensi turunnya produksi ikan introduksi menjelang periode kemarau. Hal ini menjadi catatan tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kalteng untuk membendung inflasi.
Apalagi, pada Juni ini saja Provinsi Kalteng sudah mencatatkan inflasi 1,39 persen, dan akumulasi hingga Juni sudah pada angka 3,13 persen.
Prediksi ini bukan tanpa dasar. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya gelombang tinggi di pesisir selatan Kalteng.
“Potensi turunnya produksi ikan introduksi menjelang periode kemarau, karena data BMKD menyebut tingginya gelombang di pesisir selatan Kalteng. Sehingga berpengaruh pada perolehan nelayan,” kata Deputi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, Setian, Selasa (3/7/2018).
Karena itu, sebagai bagian dari TPID Kalteng, ia mengimbau adanya kordinasi yang baik antarsektor terkait. Supa aada subtitusi saat kesulitan komoditas perairan tangkap, terganti dengan komoditas ikan perairan budidaya. Sehingga, tidak terjadi penaikan harga terlalu tajam pada produk ikan.
“Menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi itu penting dan kunci. Ini yang kita lakukan,” pungkasnya. (ROZIQIN/B-11)








