NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Selama lima tahun terakhir ini nilai produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Lamandau mengalami kenaikan. Pada 2012 sekitar Rp2,358 triliun dan 2016 menjadi Rp3,076 triliun.

"Meningkatnya PDRB ini seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi daerah dan perkembangan ekonomi makro secara umum bergerak ke arah yang lebih baik. Kondisi ini tentunya ditandai meningkatnya beberapa indikator makro ekonomi dan pendapatan perkapita," ujar Bupati Lamandau Marukan, Selasa (3/7/2018).

Marukan menyebut pertumbuhan ekonomi di Lamandau menunjukkan angka fluktuatif, namun selalu positif. Pada 2016 laju pertumbuhan ekonomi Lamandau berada di angka 6,75 persen lebih tinggi dari Provinsi Kalteng hanya 6,36 persen.

Selain itu penduduk miskin di Lamandau 2013-2017 mengalami penurunan. Pada 2013 penduduk miskin mencapai 3.400 jiwa turun menjadi 2.742 jiwa di 2017, sehingga ada penurunan 660 jiwa dalam waktu 5 tahun.

Sedangkan faktor menurunnya angka kemiskinan karena adanya akses menuju desa semakin membaik dan terbuka, sehingga mempermudah pendistribusian barang kebutuhan masyarakat serta berkembangnya sektor perkebunan hingga industri pabrik CPO.

Menurut Marukan, tingkat keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk mengatur pendapatan dan belanja daerah sejalan dengan kebijakan umum pada setiap tahunnya. (HERIYADI/B-6)