SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelayanan tes kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur membludak, Rabu (4/7/2018) pagi. Bahkan antrean harus berjam-jam.

Tidak hanya itu pasien umum dan bakal calon legislatif juga harus mengantre hingga ke luar teras rumah sakit.

Kejadian itu menuai kekecewaan dari sejumlah bacaleg yang sejak sosialisasi anggota DPRD Kotim di KPU lalu meminta agar ada pelayanan kesehatan antara pasien umum dan bacaleg tidak dibuat berbarengan agar tidak seperti ini.

"Ini yang kita sampaikan saat sosialisasi lalu jangan sampai bersamaan. Yang kasihan pasien umum mereka harus ikut antre berjam-jam. Sudah kita usulkan saat sosialisasi lalu, namun tidak ditanggapi," kata salah satu bacaleg, Yohanes Aridian kesal.

Yohanes datang ke rumah sakit untuk tes kesehatam jasmani, rohani dan narkotika datang sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

--page

Dia dan sejumlah bacaleg lainnya belum juga memulai tahapan tes itu. Tidak hanya dia bacaleg lainnya juga tampak demikian. Harus lama menunggu.

"Sudah dua jam ini masih menunggu," kata Anggota DPRD Kotim Abdul Sahid yang juga saat itu antre jalani tes kesehatan. Keinginan agar ada loket khusus dibuat di rumah sakit untuk bacaleg memang sudah dilakukan.

Namun solusi itu nampaknya tidak juga bisa menghindari antrean panjang dan lama. Pasalnya dokumen bacaleg diserahkan hari itu juga sehingga dengan petugas yang terbatas mereka juga harus mengetik sejumlah data bacaleg itu lagi.

"Yang buat lama itu karena data diserahkan hari ini sehingga harus menunggu petugas mengetik lagi. Mereka minta sebelum datang sehari sebelumnya sudah dimasukam data, seperti itu keinginan rumah sakit tadi," kata bacaleg lainnya H Dirhamsyah.

Namun ini semua tidak lepas dari kurangnya sosialisasi dan koordinasi kepada bacaleg.

"Coba kalau dari awal ada koordinasi antara KPU dan pihak rumah sakit tidak seperti ini. Misalnya dijadwalkan hari ini dari partai apa tidak akan antre lama dan membludak seperti ini," timpal Yohanes. (NACO/B-6)