PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalteng Lodewik Cristopel Iban prihatin melihat nasib petani karet, karena penjualan karet tidak stabil.

Tidak stabilnya harga karet berdampak buruk pada kesejahteraan petani karet. Harga karet juga tidak sebanding dengan pekerjaan yang melelahkan.

"Tentunya kami sangat prihatin, banyak masyarakat kita yang berprofesi petani karet namun harga jualnya tidak sesuai, sangat merugikan," kata Lodewik, Rabu (4/7/2018).

Meski pun harga karet naik, Lodewik meyakini kenaikan itu tidak signifikan sehingga kesejahteraan petani karet masih jauh dari kata baik.

"Dari informasi yang kami dapatkan, hingga saat ini harga penjualan karet berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram, bagaimana petani bisa sejahtera kalau penjualannya semurah itu," lanjutnya.

--page

Menurut wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas tersebut, sudah saatnya Pemerintah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota membuat program kerja agar harga karet kembali stabil. (GAZALI/B-2)