BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur menyoroti kinerja tim pengendalian inflasi daerah (TPID). Dia meminta agar TPID bisa berperan secara maksimal.
"Seperti saat lebaran lalu, harga barang di pasaran tidak terkendali. Terutama harga daging dan ayam yang naik beberapa kali lipat," kata Rudianur, Rabu (4/7/2018).
Menurut Rudianur, TPID harus mampu meredam gejolak harga kebutuhan pokok masyarakat yang fluktuatif, menghadapi kondisi tertentu yang sulit diprediksi sehingga mempengaruhi harga pasar.
Menurutnya saat lebaran lalu harga daging menjadi keluhan dari masyarakat Kotim. Karena melonjak sangat tinggi. Begitu juga harga ayam potong.
"Bayangkan saja harga ayam potong di luar ambang batas normal, sangat tidak wajar sekali," tukasnya.
--page
Itu terjadi, menurut dia, disinyalir akibat permainan oknum pasar untuk mengambil keuntungan besar memanfaatkan moment lebaran.
Padahal Kotim, salah satu daerah yang banyak peternak ayam untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tetapi daerah sendiri tidak bisa menentukan harga pasar secara mandiri, dengan alasan selalu ketergantungan pasokan dari luar daerah.
"Kita berharap agar ke depannya TPID Kotim lebih intens berkomunikasi di daerah ini. Salah satunya untuk mengendalikan inflasi agar stabil," tandasnya.(NACO/B-11)








