SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hendri Mirza, aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kotim yang menjadi korban kecelakaan tunggal di Jalan Cilik Riwut km 45, Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Murjani Sampit.

"Belum tahu pasti jam berapa almarhum meninggal. Kami dapat kabar duka itu sekitar pukul 13.00 WIB," ucap Eman, salah seorang kerabat korban saat ditemui dirumah duka di Jalan Cilik Riwut, Perumnas Mentaya Permai, Kecamatan Baamang, Kamis (5/7/2018).

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban sempat hendak dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Palangka Raya. Korban diketahui mengalami luka yang cukup serius, baik luka di luar maupun dalam tubuh korban.

Korban direncanakan dimakamkan di kampung halamannya di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Eman juga menjelaskan, sebelum kecelakaan, korban berangkat dari Kota Sampit ke Palangka Raya pada pagi hari. 

"Rencananya almarhum dikebumikan di Martapura. Hari ini jasadnya diberangkatkan beserta rombongan keluarga. Paginya berangkat ke Palangka Raya. Siangnya malah dapat info jika Almarhum mengalami kecelakaan," terang Eman.

--page

Sebelumnya, korban saat itu mengendarai mobil avanza silver KH 1656 FH dari arah Palangka Raya menuju Sampit. Setibanya di lokasi kejadian, tiba-tiba mobil oleng tidak dapat dikendalikan dan melebar ke kiri jalan hingga bagian samping mobil menghantam sebuah pohon.

Kondisi mobil rusak parah, bagian kanan mengalami penyok, tepatnya di posisi sopir. Kerugian materiil dalam peristiwa yang terjadi di jalan sepi berasapal mulus tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta. Laka tunggal ini disebabkan oleh kurang hati-hatinya korban saat mengemudi. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)