BORNEONEWS, Palangka Raya– Bupati se-Kalimantan Tengah diminta memahami situasi dan kebutuhan riil daerah. Tidak saling berpacu membangun sesuatu yang asal ada dan asal beda dengan daerah tetangga.
Sebaliknya, kedua daerah atau kabupaten yang bertetangga harus memiliki sikap membangun yang sinergis, agar tidak mubazir dalam mengeluarkan anggaran. Hal ini berlaku juga bagi wali kota Palangka Raya.
Penekanan itu disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat membuka Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2019, Kamis (5/7/2018).
Sosialisasi yang melibatkan kepala daerah se-Kalteng itu digelar di Ballroom Aquarius Hotel, dan turut dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Syarifuddin.
“Saya minta sebelum melaksanakan anggaran pembangunan dari APBD, pahami situasi dan kebutuhan daerah yang prioritas apa. Sebab ini meskipun anggaran dari daerah atau dari negara (APBN) tetap saja esensinya itu dana merupakan hak rakyat,” tandas Gubernur.
--page
Sugianto mencontohkan, kabupaten yang saling bertetangga yakni Barito Utara dan Murung Raya memiliki dua bandara. Padahal jarak tempuh keduanya tidak begitu jauh, hanya sekitar dua jam dan dan bisa lewat darat.
Selain fasilitas bandar udara, ia juga menyentil pembangunan pelabuhan. Salah satunya Pelabuhan Segintung di Kabupaten Seruyan. Menurutnya, pembangunan di Seruyan harusnya sinergis dengan kebutuhan di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai daerah tetangga sekaligus kabupaten induk.
“Perencanaan harus sinergis, berpikirnya untuk kemaslahatan rakyat, bukan saling berlomba untuk membangun tetapi nantinya tidak fungsional dan hanya jadi museum. Orientasinya ini yang harus dibenahi. Cari yang skala stategis dan memang betul-betul dibutuhkan. Mari berpikir untuk jangka menengah dan panjang,” ucapnya. (ROZIQIN/B-3)








