PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya –  Sejak pagi, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran yang genap berusia 45 tahun enggan apabila hari kelahiran atau ‘milad’ nya tidak dirayakan. Dengan ucapan selamat saja sudah cukup.

“Saya tidak biasa untuk merayakan, apalagi yang wah, karena sejak kecil memang tidak bisa melakukannya. Kami terlahir dari keluarga yang susah dan miskin, tidak mungkin sampai terfikir seperti itu, pun sampai kini tidak ada tradisi itu,” ungkapnya tadi pagi.

Namun rupanya, beberapa kolega termasuk sejumlah kepala dinas/badan ‘tidak rela’ melepaskan momen Ultah gubernur terlewat begitu saja. Mereka menyiapkan acara di ruang istana. Namun dengan sangat sederhana, dihadiri belasan anak panti asuhan Al Miim.

Meniup lilin yang diletakkan di atas kue pun, Sugianto menyerahkan ke anak panti. Ia menggendong dua anak mungil, karena temat kue agak tinggi dari badan mereka, lalu meminta keduanya meniup.

“Saya secara pribadi maupun keluarga, mengucapkan ribuan terimakash tak terhingga masyarakat Kalteng khususnya Palangka Raya dalam rangka milad kami ke-45 tahun. Sesuai doa yang dibacakan ustad tadi, kami lebih bijak lagi, lebih bisa beri rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.

--page


Sugianto, yang berdiri di samping anak-anak panti tersebut, juga menungkapkan rasa syukurnya karena beberapa hari sebelum ulang tahunnya ke 45 ini, diberi anugerah Allah SWT berupa hadirnya seorang bayi perempuan dari Yulistra Ivo Azhari.“30 Juni 2018 lahir bayi perempuan, itu hadiah terbesar bagi kami,"

Dalam momen tersebut, hadir disamping Gubernur antara lain Kapolda Kalteng Brigjen Anang Revandoko, Danrem 102 Panju Panjung Kolonel inf. Harnoto, Ketua Dewan Adat Dayak Kalteng Agustiar Sabran, Rektor IAIN Palangka Raya Ibnu AS Pelu, serta kepala dinas lingkup Pemprov. (ROZIQIN)