BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga daging ayam kerap bergejolak di momen tertentu, seperti hari besar keagamaan. Hal itu dipengaruhi stok daging ayam. Atas dasar itu lah, Jumpun Pambelom memiliki solusinya, yakni budidaya ayam kampung di lahan gambut.
"Kawasan gambut masih memberi harapan bila dikelola dengan baik. Masih ada celah usaha yang bisa dikembangkan, antara lain dengan budidaya ayam kampung dipadu dengan sayur," kata Januminro Bunsal, pendiri Jumpun Pambelom, Jumat (6/7/2018).
Jumpun Pambelom merupakan kawasan rehabilitasi hutan gambut yang hijau, terletak sekitar 30 km dari Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.
Dengan luas sekitar 10 hektare, pengunjung bisa menelusuri hutan dengan jalan khusus dari kayu di tengah kehijauan pohon yang merupakan etalase rehabilitasi hutan gambut yang dibuat dengan nama-nama jenis yang pohon dipajang.
"Usaha akan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik, bila waktu kelola diatur berhimpitan dengan waktu konsumsi meningkat dan harga merangkak naik," jelas pria yang juga menjabat Kepala Kesbangpol Kota Palangka Raya ini.
--page
Waktu tepat panen, lanjut Januminro, yakni saat menjelang Lebaran atau Natal yang biasanya menjadi masa peningkatan harga daging ayam.
"Kami memberikan konsultasi gratis bagi masyarakat yang ingin memulai usaha budidaya ayam kampung. Silahkan kunjungi lokasi Tane Pambelom Jalan Trans Kalimantan KM 31, Desa Tumbang Nusa," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)








