PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Sejak 2015, Jumpun Pambelom menyiapkan kawasan seluas 150 hektare di Kota Palangka Raya sebagai lokasi Program Adopsi Pohon.

Lokasinya berada di kawasan rehabilitasi hutan gambut yang hijau, terletak sekitar 30 km dari Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Program ini Sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melindungi hutan. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengadopsi pohon dengan memberikan sumbangan bagi pelestarian hutan gambut.

"Berbagai komunitas, lembaga, dan individu telah memberikan dukungan secara finansial. Salah satunya rekan-rekan dari Brigade Dalkarhutla Kesatuan Pengelolaan Kawasan Hutan Produksi, Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang melakukan studi banding ke Jumpun Pambelom. Mereka berkenan memberikan dukungan untuk Program Adopsi Pohon," kata Januminro Bunsal, pendiri Jumpun Pambelom kepada Borneonews, Jumat (6/7/2018).

Dengan luas sekitar 150 hektare, pengunjung bisa menelusuri hutan dengan jalan khusus dari kayu di tengah rimbun pepohonan. Setiap pohon diberikan papan nama agar pengunjung mengetahui nama dan jenisnya. Ini disebut etalase rehabilitasi hutan gambut.

--page

"Saat ini kawasan yang pernah terbakar pada 2014 dan 2015 itu telah dikelola dengan pendekatan suksesi alami dan perkayaan jenis unggulan," jelas Januminro lagi.

Januminro yang juga Kepala Kesbangpol Kota Palangka Raya, mengatakan bahwa kawasan tersebut saat ini telah menghijau dan dinamai Tane Pambelom yang berarti Tanah Sumber Kehidupan.

"Kami meyakini, ketekunan menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi lahan gambut," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)