BORNEONEWS, Sampit - Saat petugas gabungan merazia penyakit masyarakat (Pekat) di warung remang-remang di jalan Jendral Sudirman, Sampit, ada sejumlah pengunjung dan pekerja seks (PS) yang melarikan diri ke kuburan massal tidak jauh dari tempat tersebut.
"Tadi memang ada pengunjung dan pekerja seks yang kabur dari petugas. Mereka kabur ke arah kuburan massal," ucap Kasatpol PP Rody Kamislam, Minggu (8/7/2018) dini hari.
Meskipun petugas sudah melakukan pengejaran, Rody melanjutkan, para pengunjung dan PS tersebut tidak ditemukan. Mereka kabur melalui semak-semak. Saat dilakukan pencarian, mereka sempat terlihat berada di dalam parit tanpa air. Namun mereka kembali berlari ke jalan menuju kuburan massal.
Tidak ada penerangan sedikit pun di jalan menuju kuburan masal tersebut. Sebelum lari, para pengunjung dan PS itu sedang berada di bangunan yang berada di belakang warung tersebut. Saat diperiksa petugas, didalam bangunan tersebut terdapat beberapa kamar lengkap dengan tilam.
Meski ada beberapa yang kabur, petugas berhasil mengamankan 4 perempuan yang merupakan PS di warung remang-remang itu. Ke empat PS itu beserta pemilik warung digiring petugas ke kantor Satpol PP Kotim untuk diproses lebih lanjut.
--page
"Ada 4 PS yang diamankan beserta pemilik warung nya. Praktek prostitusi terselubung dengan berkedok menjual kopi serta makanan dan minuman ringan seperti tidak boleh dibiarkan. Kegiatan ilegal ini harus segera dibersihkan," tegas Rody. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








