KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan- Mahalnya harga cabai rawit di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, disebabkan pasokan yang terbatas.

Pedagang sayur di Pasar Kasongan yang juga menjual cabai, menuturkan bahwa naikknya harga bumbu dapur itu terjadi sejak tiga hari lalu.

"Sebelumnya memang sudah mahal, rata-rata kita jual cabai Rp80 ribu per kilogram. Tapi sudah tiga hari ini naik lagi menjadi Rp100 ribu per kilogram," tutur pedagang yang mengaku bernama Ati, Minggu (8/7/2018).

Ati melanjutkan, kenaikkan harga cabai terjadi karena pasokan yang datang lebih sedikit dari biasanya. "Iya sejak pasokan cabai berkurang, harganya naik. Tapi memang sebelum-sebelumnya harga cabai ini sudah mahal di atas Rp50 ribu per kilogram," katanya.

Ati mengaku, biasanya mendapatkan pasokan cabai rawit ini sekitar 10 kilogram. Namun, sejak beberapa hari terakhir hanya mendapat sekitar 5 kilogram.

--page

"Ada yang nyetorin dari Palangka Raya, kita biasanya tiga hari sekali pesan, tapi sekarang pesanan dikurangi karena pasokan terbatas," lanjutnya.

Ati menyebut, mahalnya harga cabai tidak hanya terjadi di Kasongan, tetapi juga di sejumlah daerah lainnya di Kalteng. "Engak tahu juga karena cabai didatangkan dari Pulau Jawa, itu yang membuat harganya mahal," sebutnya. (ABDUL GOFUR/B-3)