BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabid Humas RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Theodorus Sapta Admaja menegaskan tim medis sudah memberikan penanganan maksimal terhadap pasien yang dipatuk king cobra, Rizky Ahmad.
Bahkan, pihaknya juga sudah memasukkan serum anti bisa ular ke tubuh korban. Namun, pemuda 19 tahun itu akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Senin (9/7/2018) sekitar pukul 08.30 WIB.
"Serum anti bisa ular sudah kita masukan delapan vial sejak kemarin, untuk menetralisir racun tersebut," kata dr Theo.
Ia menuturkan, pasien masuk ke Doris sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (8/7/2018). Tim medis kemudian menganggap pasien harus ditangani dengan serius.
"Ini karena dibuktikan dengan terjadi penurunan kesadaran dan gagal napas. Pukul 14.00 WIB, pasien sudah di ICU dan sudah menggunakan ventilator. Jadi napasnya diambil alih oleh mesin dan kondisi pasien tidak sadar," bebernya.
--page
Menurut Theo, toksin (racun) king cobra sudah masuk ke susunan saraf pusat sehingga menyebabkan tidak bisa bernapas normal.
"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Kita berharap, kedepan masyarakat lebih berhati-hati supaya tidak terulang kembali. Sebab, kalau terjadi itu sangat fatal risikonya," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-2)








