BORNEONEWS, Muara Teweh– Polres Barito Utara diserbu bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang akan bertarung memperebutkan kursi di gedung rakyat pada pemilu 2019.
Kedatangan para bacaleg itu untuk membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang menjadi salah satu syarat pencalonan.
Dari pantauan Borneonews, jumlah bacaleg yang mengantre membuat SKCK di depan ruang identifikasi Satreskrim Satintelkam Polres mencapai ratusan orang.
Proses pengambilan sidik jari merupakan salah satu syarat untuk membuat berkas yang akan diteruskan ke bagian pelayanan SKCK di Satintelkam.
Kasat Intelkam Polres Barito Utara Iptu Setyo Sidik Pramono mewakili Kapolres AKBP Dostan Matheus Siregar, mengatakan bahwa terjadi lonjakan jumlah pemohon SKCK pada Senin (9/7/2018).
--page
Bila pada hari biasa jumlah pemohon SKCK hanya puluhan orang, pada Senin (9/7/2018), mencapai ratusan orang. Melonjaknya jumlah pemohon ditengarai ada momen pendaftaran bakal calon legislatif.
“Jumlah pemohon SKCK meningkat drastis. Mungkin karena ada momen pileg. Sehingga bakal calon legislatif membuat permohonan SKCK,” kata Setyo.
Untuk hari berikutnya yakni Selasa (10/7/2018), diprediksi masih ada lonjakan jumlah pemohon. Pasalnya, Setyo berasumsi masih banyak bakal calon legislatif yang belum membuat SKCK sebagai kelengkapan berkas.
“Tahapan untuk pelengkapan berkas pendaftaran berlangsung hingga 14 Juli 2018. Diprediksi masih ada lonjakan permohonan SKCK untuk hari berikutnya,” pungkas Setyo. (RAMADANI/B-3)








