BORNEONEWS, Sampit- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bertekad dan berupaya mewujudkan daerah bebas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tekad itu digaungkan agar bencana asap beberapa tahun terakhir tidak kembali terulang.
"Pada 2018 ini, kami berupaya mengurangi karhutla. Sehingga kabut asap tidak terjadi di daerah ini," ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Selasa (10/7/2018).
Yusup melanjutkan, Pemkab Kotim tidak ingin bencana kabut asap pekat seperti pada 2015 lalu terjadi kembali. Sebab memberikan dampak yang sangat besar. Baik bagi perekonomian, aktivitas transportasi, maupun kesehatan masyarakat.
Dampak itu tidak hanya dirasakan masyarakat Kotim, tetapi juga daerah lain, karena akan menyebar luas. Hal itulah yang diantisipasi.
"Kami akan terus berupaya menanggulangi hal tersebut. Sehingga masyarakat diharapkan dapat bekerja sama," kata Yusup.
--page
Ia juga mengatakan bahwa pada tahun ini Indonesia akan melaksanakan even akbar Asean Games pada Agustus mendatang. Sehingga seluruh daerah gencar melakukan pencegahan karhutla. Agar pelaksanaan even tersebut tidak terganggu akibat kabut asap pekat, dan dapat berjalan dengan lancar serta sukses.
"Kita tidak ingin negara kita malu akibat terjadinya hal tersebut. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama menanggulangi dan mencegah terjadinya kebakaran lahan," pinta Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








