SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Sedikitnya sembilan kecamatan dan 50 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Selasa (10/7/2018).

Menurut Yusup, kecamatan dan desa yang rawan karhutla tersebut perlu penanganan serius dan pemantauan intensif pada musim kemarau nanti.

"Di sejumlah kecamatan memang rawan kebakaran karena banyak terdapat lahan gambut," ujar Yusup.

Sembilan kecamatan tersebut tediri dari dua kecamatan dalam kota yakni Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Tujuh kecamatan lainnya yakni Kota Besi, Seranau, Telawang, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hilir Selatan, dan Campaga Hulu.

--page

Ia melanjutkan, BPBD Kotim saat ini sedang gencar-gencarnya menyosialisasikan dan melakukan simulasi pencegahan karhutla di beberapa kecamatan tersebut. Hal itu dilakukan agar karhutla pada musim kemarau kali ini tidak terjadi lagi.

"Mudah-mudahan kemarau di tahun ini tidak lagi terjadi karhutla. Sehingga Kotim bisa terbebas dari bencana kabut asap," harap Yusup.

Sementara itu, dari informasi yang disampaikan petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Bandara H Asan, Sampit, intensitas hujan di Kotim mulai berkurang pada awal Agustus. Sehingga pada masa itulah yang sangat rawan terjadi karhutla. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)