BORNEONEWS, Sampit - Terobosan demi terobosan berawal dari pemikiran Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel kembali dilaksanakan. Kali ini, terobosan inovatif berupa program Basri Bungas atau Bhabinkamtibmas Santri Untuk Ngaji dan Syiar.
Program ini dirilis bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-72 Bhayangkara, Rabu (11/7/2018). Diawali dengan pemasangan peci dan sorban oleh unsur FKPD Kotim.
Program itu merupakan bentuk keseriusan Kapolres Kotim untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan personelnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Ini program kami dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dan keimanan personel. Diharapkan Bhabinkamtibmas dapat memiliki bekal pengetahuan bidang keagamaan yang lebih baik, sehingga nantinya dapat lebih berkiprah dalam segala bentuk kegiatan keagamaan di wilayah tugasnya. Untuk itu para bhabinkamtibmas kami bekali ilmu-ilmu di bidang keagamaan yang cukup,” kata Rommel usai upacara dan syukuran HUT Bhayangkara di kawasan Ikon Patung Ikan Jelawat Sampit.
“Sesuai arti namanya Basri dalam bahasa Arab artinya penglihatan. Bungas dalam daerah kita artinya baik. Jadi diharapkan mereka bisa melayani melindungi dan mengayomi masyarakat ke arah yang lebih baik lagi,” imbuhnya.
--page
Bhabinkamtibmas itu akan menjalani program pesantren kilat di tiga pondok pesantren wilayah Kotim, yaitu Ponpes Darul Amin, Ponpes Putra Borneo, dan Ponpes Nurul ‘Ain.
“Bhabinkamtibmas ini ujung tombak polres dalam mengantisipasi potensi konflik masyarakat sejak dini. Dengan peningkatan iman dan ketaqwaan, kami harapkan bisa menunjang kelancaran kinerja mereka di lapangan,” kata Kapolres Kotim.
Selama di pondok pesantren, para bhabinkamtibmas itu akan diperlakukan sama seperti santri lainnya. Tidak ada perbedaan meskipun mereka berstatus anggota Polri.
“Kita sudah meminta kepada pengasuh pondok pesantren, agar anggota yang nyantri tidak diperlakukan istimewa. Kalau pun melakukan kesalahan, silahkan diterapkan disiplin sesuai aturan pondok pesantren. Tujuan kami, bhabinkamtibmas bisa menyerap ilmu agama Islam dan menerapkannya saat bertugas di lapangan,” tegas Rommel.
Pembinaan rohani untuk jajaran polres memang rutin dilakukan. Bahkan di lingkungan polres yang setiap minggunya digelar siraman rohani untuk personel.
--page
“Kalau anggota Polri selalu bertaqwa dan beriman, saya yakin mampu meningkatkan profesionalisme dalam bekerja sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” kata Rommel.
Selain itu program kerohanian serupa akan berlaku bagi seluruh jajaran polres. “Bagi bhabinkamtibmas yang beragama lain juga akan mendapatkan program kerohanian serupa sesuai kepercayaan masing-masing,” pungkasnya. (NACO/m)








