BORNEONEWS, Palangka Raya –Selain meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng tidak asik ‘bermain’ di perairan darat saja, baik perairan tangkap maupun budidaya, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran juga meminta perhatian kepada petani nelayan.
Sugianto juga meminta, termasuk kepada Tim Percepatan Pembangunan Kalteng Berkah, agar kalau bisa mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kembali menggelontorkan bantuan kapal berbobot 30 GT kepada Kalteng. Yang ada, dinilainya belum cukup.
“Dengan kekuatan kapal ukuran 30 GT, nelayan kita bisa bersaing dengan kapal luar Kalteng termasuk asing. Dengan begitu, nelayan kita juga sama-sama bisa bertahan di laut beberpa hari dan bisa menyimpan hasil tangkaapan dengan teknologi pengawetan, tidak harus tiap hari pulang ya rugi, kalah bersaing,” pinyanya, Kamis (12/7/2018).
Ia juga menyarankan, agar menjalin komunikasi intens dengan Kementerian Perhubungan terkait beberapa progam bidang maritim.
Ada beberapa pelabuhan di Kalteng yang menurutnya perlu ‘dipermak’agar bisa menjadi pelabuhan laut samudera, dan ada beberapa yang dibangun menjadi pelabuhan pengumpan.
--page
“Agak aneh kalau banyak potensi sumber daya kita baik pertambangan, perikanan, perkebunan, dan lainnya, saat kirim keluar justru melalui fasilitas provinsi tetangga, nanti ajak dan retribusinya tidak masuk Kalteng tapi masuk tetangga,”tutupnya. (ROZIQIN/B-5)








