PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Setiiap bulan selalu ada rilis terkini mengenai kondisi perekonomian daerah yaitu potret inflasi. Ada penilaian tersendiri dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengenai indikator inflasi ini.

Kata Sugianto, begitu inflasi tercatat tinggi yang terjadi adalah harga sejumlah kebutuhan konsumsi meningkat. Dia kasihan dengan kondisi itu maka masyarakat tidak bisa menyisihkan penghasilanya untuk ditabung.

“Kalau inflasi naik terus, maka harga barang kebutuhan naik. Kalau ini yang terjadi, maka kasihan masyarakat kita tak bisa nabung, karena banyak mengeluarkan uang lebih untuk membeli kebutuhannya,” ungkapnya.

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Dengan kata lain inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga.

Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan berlangsung terus menerus. Karena itu dia berharap kondisi inflasi di Kalteng terjaga stabil.

Seraya mengimbau kepada jajarannya di instansi terkait untuk bekerja keras dalam menjaga inflasi, terutama manajemen stok bahan pokok dan penting termasuk pengawasan distribusinya. (ROZIQIN/B-6)