BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten industri kelapa sawit, PT Mahkota Group Tbk (MGRO), mengklaim penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) perseroan kelebihan permintaan (oversubscribed) dua kali atas saham yang ditawarkan.
Direktur Utama MGRO, Usli Sarsi, di Gedung BEI Jakarta, Kamis (12/7), mengatakan dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menawarkan sebanyaknya 703.688.000 saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan melalui IPO.
"Sekitar 60 persen dari dana hasil IPO akan dialokasikan untuk pengembangan industri hilir kelapa sawit dan sisanya 40 persen untuk membiayai modal kerja entitas anak," katanya.
Menurut Usli, pengembangan industri hilir kelapa sawit ini dilakukan melalui investasi ke anak usaha perseroan, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari (MUL). Oleh MUL, investasi ini disalurkan ke anak usahanya yakni PT Intan Sejati Andalan (ISA).
"Nantinya dana IPO oleh PT Intan Sejati Andalan akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik refinery dan Kernel Crushing Plant di Jalan Duri–Dumai, Desa Bathin Sobaga, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau," ungkapnya.
--page
Usli menambahkan pembangunan pabrik tersebut membutuhkan waktu delapan bulan, terhitung tiga bulan sejak perseroan menerima dana hasil dana IPO, di mana nantinya pembangunan pabrik ini akan memberi nilai tambah bagi perseroan.
"Melalui pendirian pabrik, maka perseroan dapat memurnikan minyak sawit mentah menjadi olein (minyak makan) dan stearin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya," paparnya.
Adapun perseroan meraup dana segar dari hasil IPO mencapai Rp158,33 miliar.
Perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Jasa Utama Capital Sekuritas selaku penjamin emisi efek (underwriter).
PT Mahkota Group Tbk merupakan perusahaan bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit yang berkantor pusat di Medan, Sumatera Utara. (NEDELYA RAMADHANI/m)








