KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas mengikuti workshop Common Impact Measurement System (CIMS) di Jakarta. Survei CIMS digunakan untuk mengukur dampak layanan perpustakaan kepada pengguna layanan perpustakaan.

"Kegiatan yang kami lakukan hari ini merupakan pelatihan lanjutan revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari 11 sampai 12 Juli 2018," kata Staf Pelayanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas Sukriadie, Kamis (12/7/2018).

Survei CIMS ini sebagai pendukung trasformasi perpustakaan sehingga dengan adanya kegiatan ini perpustakaan bisa melakukan refleksi kualitas layanan. Serta, survei CIMS ini bisa bersinergi dengan survei kepuasan masyarakat.

"Selain mendapat pemahaman tentang CIMS kami juga diberi materi pemahaman prosedur pemilihan responden, pemahaman, pemahaman prosedur pengumpulan data dan pelaporan, dan pemahaman kuesioner survei CIMS," ucapnya.

Sehingga dengan kegiatan ini perpustakaan bisa memanfaatkan survei CIMS untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Serta, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas paham cara menggunakan survei CIMS dan proses pengumpulan data. (HARDI/B-2)