BORNEONEWS, Palangka Raya- Aparat kepolisian mulai mengantongi identitas pembantai orangutan di Kabupaten Seruyan. Bahkan, polisi sudah mencurigai beberapa orang yang diduga terlibat.
"Hasil penyelidikan Polres Seruyan mulai mengerucut ke beberapa orang yang diduga terlibat," kata Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan, Kamis (12/7/2018).
Namun demikian, AKBP Hendra menyebut polisi masih bekerja keras di lapangan. Salah satunya mengumpulkan data untuk membuktikan kebenaran atas dugaan tersebut.
"Masih terus dikembangkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap," harap mantan Kapolres Palangka Raya dan Kapuas ini.
Terkait adanya luka di tubuh orangutan, AKBP Hendra mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, orangutan bernama Baen itu diduga kuat dibunuh.
--page
"Terbunuh karena ditembak. Di situ sudah jelas ada proyektil senapan angin yang ditemukan," tuturnya.
Soal apakah orang yang dicurigai itu di dalamnya ada pegawai perusahaan perkebunan kelapa sawit? Hendra menyebut sejauh ini indikasi keterlibatan perusahaan belum ada.
Seperti diberitakan, bangkai orangutan berjenis kelamin jantan yang diperkirakan berusia 20 tahun, ditemukan dalam kondisi rusak dan terdapat luka.
Lokasi penemuan di kanal area land clearing, Blok Q45, Elang Estate 3, Kebun 5, Afdeling 19, perkebunan kelapa sawit milik PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Minggu (1/7/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. (BUDI YULIANTO/B-3)








